Satu Lagi yang berarti hari ini…
Ba’da Isya di Depan Masjid Salafiyah
w : akh …besuk jadi silturahim ke ustad tah..
r : jadi donk…gmn ikhwah yang lainya dah pada dikasih tahu belum
w : alhamdulillah udah akh,kemaren via telepon
r : yo..wis klo giotu,qt besuk berangkta ba’da shubuh
w : akh..jam 11 siang juga ba’da shubuh loh
r : maksud ane abiz sholat .tet..jam 5 gitu loh
w : yo wis,insya Alloh akhie,c u next time
abiz Q-Lail neh akh ,ane buat oret2xan some question uk nt ane tabayunkan ke ustad
(hiks..agenda yang tertunda coz ketiduran saat baca HAEKAL Muhammad,dan lagi
mata ini kaya’nya butuh istirahat lebih cepat ).Kusiapkan si GENDUT ben iso digeber
pas berangkat kerumahnya ustad..(maklum jarak kira2x 25 km dari rumah ane & lagi si
GENDUT karena kakinya yang kecil so harus berangkat lebih awal biar ga’ telat).
Alhamdulillah..dua target akhirnya selesai juga….Thanx Robb
Ba’da sholat shubuh
Kucoba telpon ikhwah R td..uk memastikan
W:gmn akh dah siap…
R:Af1 akh antum duluan wae nanti ane susul(red:java),ane lagi ngantri neh…
W:hehehehe…..yo wis met berjuang….
Dengan segenap kerendahan hati serta analisa yang tajam dan akurat “Bismillahi tawakaltu ‘alallohu”..
kuajak si Gendut ke Maktab CDIA….uk berangkat bareng…disana nampak
sosok pemuda idaman …………yang dah nunggu ane.Assalamu’alaikum bro…
Akh ane berangkat dulu yaa,coz jam dah nunjuk pukul 05.15(harus cepet2x,ujarku
dalam hati).
———–please wait————
that’s secret progress…af1
ciiitt…masya Alloh hampir aja nabrak mikrolet…
ciiiit …lagi…subhanalloh sekarang hampir nimpuk body belakang panther..
“Yaa Robb….berilah keselamatan bagi ane dan sodaraku yang ane bonceng..”
(hiks….hiks…maklum si GENDUT agak kurang sehat beberapa hari ini..af1 akhie..)
———–complete————-
Alhamdulillah tepat jam 06.30 nyampe’ di rumahnya ustad…Thanx again Robb..:)
Insya Alloh uk session tadi pagi,temen2x pengen diskusi about ini neh..
“Porsi antara Amanah2x da’wah yang kian full dan ruhiyah qt ko’ ngga’ linear yaa..(justru kebalikanya)”
Gini akhie….(ustad said)
coba antum kaji ulang apa yang tersirat pada Az-Zariyat :56 dimana Alloh jelas2x
berfirman tentang hakikat penciptaan jin dan manusia yang tak lain dan tak bukan
uk beribadah kepadaNya
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadau”
Al-Baqoroh:21 diperkuat lagi dengan firmaNya,”Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah
menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu,agar kamu bertaqwa”
So..gerakan dan diam kita jika disertai dengan mengingat Alloh maka sudah bisa
dikatakan sebagai ibadah,tapi sebaliknya jika aktivitas yang kita lakukan
tanpa disertai nila-nilai robbaniyun,pastilah kita telah memposisikan
diri semakin jauh dari Alloh.(Insya Alloh begitu tutur beliau)
Al-Imam Ibnu Taimiyyah berkata :
Syarat diterimanya Ibadah itu ada 2 (cukup 2 saja “ujar beliau seraya meyakinkan”)
dan itu mudah uk diucapkan tapi butuh effort uk aplikasinya…Apa itu yaa ustad?
Aktifitas yang “DICINTAI” dan “DIRIDHOI ALLOH”….subhanalloh
Trus ustadz bagaimana indikatornya?
Uk mengetahui amalan yang qt lakukan dicintai ALLOH atau tidak “TANYAKANLAH pada
NURANI antum”,jika nurani qt merasa enjoy n comfortable berarti Alloh masih
mencintai qt dan qt masih dianggap hambaNya yang beriman.amien
Al-Ustadz Ali-Labun (Ulama mesir),beliau mengatakan dan semakin memperkuat
atas apa yang disampaikan Syaikh Ibnu Taimiyyah,”Jangan sampai aktivitas
yang qt lakukan itu melalaikan qt dari Alloh SWT”.
trus gini ustadz,ditempat ane kerja sikonnya ga’ ndukung banget,yang mana
tampak kemaksiatan yang bener2x nyata”nonton film blue”gmn ustadz?
Coba akhie kita refresh sirah nabawiyyah yang mana saat itu Rasululloh ,didatangi
sekelompok orang yang bener2x keterlaluan kelakuanya,melebihi kondisi antum sekarang
.orang-orang itu menawarkan perjanjian dengan Sang Rasul “Ya Rasullulloh saya
akan masuk ISLAM ,asalkan engkau mengijinkan saya ber-ZINA”
Subhanalloh apa yang diucapkan beliau “Ya..silahkan”,Akhie dari sini
banyak ibroh yang dapat diambil:
a.Rasululloh sangat jeli melihat apa yang harus diPRIORITASKAN antara dua study
kasus diatas
b.Dalam penyelesaiannya, solusi yang ditawarkan Rasululloh sungguh luar biasa
beliau berani mengambil resiko atas keputusannya,karena beliau yakin ada
satu titik god spot pada sekelompok orang tersebut yaitu ISLAM
c.Beliau sangat realistik dan sangat matang dalam perencanaan serta sangat logis
uk diterima oleh akal mereka
Masih ingat akhie…ilustrasi fiqh da’wah “da’wah itu ibarat suatu tunas…
mengapa disebut sebagai tunas?
a.tunas merupakan cikal bakal suatu pohon yang mana dari pohon
itu nantinya dpt menghasilkan buah(da’wah) dan akar yang kuat(menghujam dalam ke bumi) sehingga potensi
uk tercabut dari permukaan sangat sulit sekali
b.Saat badai,angin,banjir menempa ,seketika itu tunas akan mengikuti sesuai
dengan arah angin dan badai sehingga potensi uk tercabut bisa diminalisir
sebaliknya jika pohon itu langsung tumbuh besar tanpa mengalami proses yang alamiah
dapat dipastikan pohon itu akan tumbang seketika…
Pesen ana yang terakhir (ustadz):
1.Tetapkan prioritas
2.Realistik dan Jangan tergesa-gesa dalam penyelesaian suatu masalah
3.Mulai sekarang agendakan uk silaturahmi ke saudara kita yang sakit/mendapat
musibah sebagai konsekuensi ibadah ghoiru mahdah qt ,yang ane yakin
efeknya dual band.
4.Uk menjadi suatu pribadi muslim yang integral sandingkan “fiqh prioritas+da’wah+waqi’”
Insya Alloh itu dari ane …
Alhamdulillah tepat jam 07.45 acara silaturahim qt selesai…tapi…tapi…ada
yang ketinggalan “pertanyaan yang ane siapkan uk ustadz belum tersampaikan..astagfirulloh”
Insya pada session yang lain…